Life is about choices : Jobless ??
Sudah lama juga saya tidak menulis. Hmm, begitu banyak kesibukan dan persoalan yang silih berganti membuat saya ‘melupakan’ kebiasaan baik ini. Baiklah saya mulai menulis saja.
Anda tahu saya ada dimana saat ini? Kamar tidur? Tidak. Sudah jam 3 pagi dini hari saya masih ada di sebuah tempat yang disebut tempat bekerja. Pekerjaan saya adalah seorang ’babu’ swasta yang mempunyai kesibukan dengan angka-angka yang beruntung menjadi pegawai di salah satu ‘Perusahaan Hitung Menghitung’ terbesar di Indonesia. 2 minggu yang akan datang, saya tepat merayakan 2nd anniversary dengan perusahaan ini. Hehehe. Merenung sejenak, saya sungguh takjub mengapa saya bisa bertahan selama 2 tahun dengan kehidupan seperti ini.
Bila diingat dari awal saya mengenal pekerjaan ‘hitung menghitung’ di perusahaan ini, saya langsung dikejutkan dengan bekerja larut. Awal saya masuk, karena masih baru belum mendapat kerjaan yang banyak saya diijinkan pulang jm 10. Kebayang, baru kerja langsung lembur sampai jm 10 malam. OMG, what the #$@^. Tidak cukup bekerja sampai pagi, bahkan sabtu minggupun dijabanin buat bekerja. Sakit? Wah, itu sudah langganan. Bahkan kartu anggota rumah sakit saya jauh lebih banyak dibanding kartu ATM. Hihihi.
Kemudian saya bertanya dalam hati, mengapa para penguasa di perusahaan ini bisa menjalankan hidup seperti ini. Bekerja sampai pagi, mengorbankan jam tidur, kesehatan yang berharga, dan waktu bercengkrama dengan orang-orang terdekat di akhir pekan sampai lebih dari berpuluh-puluh tahun? Apa yang mereka cari dengan pekerjaan ini? Apakah mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengorbankan hal yang paling berharga (menurutku)? Di akhir pekan harus bekerja dan bukan berlibur dengan orang-orang yang sudah menantikan kehadiran mereka untuk bercanda tawa dan berbagi cerita. Atau apakah ini memang risiko pekerjaan ‘hitung menghitung’? Hmm,, itu sudah pilihan mereka. Saya tidak menyalahkan atau menganggap mereka tidak normal. Saya tidak bermaksud menghakimi atau menyinggung siapapun. Saya bahkan takjub akan pilihan mereka dan dengan keputusan mereka menjalani pekerjaan ini. Mungkin memang saya yang tidak tepat berprofesi menjadi ‘Pegawai Hitung Menghitung’.
Jika ditanya apakah saya mau menjalani hidup seperti ini dalam jangka panjang? Oh tentu tidak. Saya mencoba mencari pekerjaan baru, namun dengan pengalaman saya yang masih minim, saya masih ditawari posisi staf dengan penghasilan yang tidak sesuai dengan harapan. Sempat terpikir untuk berhenti dengan atau tanpa pekerjaan baru, tp ada keraguan dalam hati, kalo saya resign apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik karena bagaimanapun saya harus menghidupi diri saya sendiri. Merasa dilema. Bila bertahan di tempat sekarang, saya ga kuat. Fisik saya tidak terlalu bagus untuk menahan lembur-lemburan yang gila selama berbulan2. Terlalu banyak hal yang berharga yang harus saya korbankan untuk pekerjaan ini. I just want a normal and balance life and I didn’t get it from this company.
Bagaimanapun, life is about making choices. Ya menentukan pilihan. Suatu saat saya juga akan menentukan pilihan. Bertahan di tempat ini atau berani keluar dengan atau tanpa pekerjaan baru. Ini bukan hidup yang saya inginkan. 2 tahun kupikir cukuplah untuk menyiksa diriku dan mencicipi seni ‘hitung menghitung’. Saya tidak menyesal bekerja di perusahaan ini dan saya juga tidak menyesal karena pernah menolak pekerjaan yang pernah ditawarkan oleh perusahaan lain.
So guys, selamat menentukan pilihan dalam hidupmu, jalani dan lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Jangan pernah menyesal karena itu tidak akan mengubah hidupmu dan membawa mu kemana2.
Tuhan memberkati
sang ‘pelacur’ berharap di’mahkotai’
Wanita itu telah lama sekali menantikan kata sayang yang sungguh-sungguh dari seorang pelanggan nya. Hingga suatu saat, sang pelanggan yang sudah cukup lama memakainya mengatakan kata sayang yang sudah ditunggu bertahun-tahun. Hatinya sangat berbunga dan melayang. Bagai menerima durian runtuh, bahkan lebih dari itu, wanita itu merasa berada di surga dengan sejuta impian indah bersama pelanggan itu. Hari-hari pun dilalui bersama, walaupun sang pelanggan ga bisa menjanjikan apa-apa. Sang pelacur hanya tau kalau pelanggan itu sayang dan bahagia bersama nya. Sang pelacur hanya mau menghabiskan waktu bersama nya, berbagi suka dan duka, dan berbagi kehidupan bersama. Walaupun sang pelacur tau bahwa dia tidak bisa berharap banyak, dia hanya ingin dicintai. Sang pelacur hanya bsa berharap sang pelanggan mau memahkotainya dengan status yang pasti bukan sekedar wanita penghiburnya, walaupun itu tidak mungkin. Hari-hari yang mereka lalui begitu indah dan terasa begitu bahagia.
Namun seiring berjalan, keindahan itu tak berlangsung lama. Tidak seperti cerita cinta yang berakhir bahagia. Kisah cinta pelacur dan pelanggan ini hanya berjalan beberapa bulan. Sang pelanggan terlalu takut untuk berjuang demi sang pelacur. Sang pelanggan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kasih itu. Sang pelacur sangat terluka dan sangat sedih. Sang pelacur berusaha mempertahankan hubungan indah itu namun ternyata ketakutan sang pelanggan lebih besar daripada usaha yang telah dilakukannya. Sang pelacur kini harus sadar, sekeras apapun dia berusaha sang pelanggan hanya akan tetap menganggap dia pelacur yang hanya dipakai ketika sang pelanggan membutuhkan nya. CINTA, ah it’s only fucking crap.
… dewasa is sucks? …
Saya membuka FB (Facebook, sebuah situs jejaring sosial) dan membaca status teman saya (teman satu kantor saya, awalnya) yang isi nya : ‘When I was a kid, I thought being a grown-up is cool since I’d then be free from school and homework. Now I realize that it actually sucks’.
Lalu saya kemudian berpikir, apa yang dia katakan ada benarnya, walaupun sebenarnya saya tidak setuju dengan kata ‘sucks’.
Mari kita menggingat lagi masa lalu kita. Di masa kita masih kecil, mungkin waktu masih duduk di bangku SD atau SMP ataupun SMU. Apa yang kita pikirkan ketika melihat seorang dewasa yang menjinjing tas kerja nya? Saya pribadi sangat mengagumi orang itu dan sangat menantikan masa itu datang.
Ketika duduk di bangku sekolah dasar, saya sangat ingin segera bisa duduk di bangku SMP. Ketika duduk di bangku SMP, lagi-lagi saya ingin sesegera mungkin menjadi pelajar SMU. Lalu, ketika duduk di bangku SMU saya pun tidak sabar untuk segera menjadi seorang mahasiswi. Dan pada akhirnya ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswi, saya ingin sekali bekerja karena dalam pikiran saya, wanita bekerja sangat mengagumkan dan bisa menghasilkan uang dengan usaha nya sendiri. Oh ya, keinginan saya yang ingin cepat2 menjadi dewasa, bukan berarti saya tidak menikmati setiap waktu saya di masa SD, SMP, SMU, dan perkuliahan. Dalam gambaran saya (di masa kecil), menjadi wanita dewasa yang bekerja sangat menyenangkan, bisa memakai baju yang bagus, bisa bebas, dan yang paling penting bisa menghasilkan uang sendiri.
Lalu, masa itu pun datang. Ya, saya kini berusia 23 tahun dan dalam beberapa minggu lagi akan memasuki usia 24. Wah, usia yang terbilang tidak muda namun tidak terlalu tua juga. Saya sudah bekerja selama hampir 9 bulan di salah satu perusahaan konsultan akuntan publik yang terbesar (atau yang sering disebut The Big Four).
Kemudian, saya merenung, ternyata menjadi wanita dewasa tidak seindah seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Buat saya, ketika saya memasuki usia yang 20 untuk pertama kalinya, saya merasakan bagai memasuki sebuat pintu yang sangat mengerikan. Mengapa tidak. Kata orang, yang sebenarnya tidak sekedar kata-kata saja, di usia 20 an orang akan mengalami begitu banyak perubahan dalam fase hidupnya. Di usia 20 an, seseorang akan lulus, bekerja, dan bila menemukan orang yang tepat akan menikah dan punya anak. Wow, semuanya (fase baru yang lebih ‘serius’ dimulai di usia 20 an). Apalagi dengan usia saya yang sudah mulai dewasa, maka begitu banyak yang harus dibenahi. Harus serius dengan setiap apa yang dilakukan. Setiap tindakan akan ada akibatnya dan yang bertanggung jawab adalah orang yang melakukan tindakan tersebut. Ah,, ternyata dunia dewasa itu tidak menyenangkan. Lebih banyak tanggung jawabnya daripada senang nya. Yah, memang itulah hidup. Bila kita bisa memaknai dunia dewasa, maka kita bisa menikmati dunia ini. Pasti ada yang spesial dibalik yang tidak menyenangkan itu. Love everything happen in our life.
Bagaimanapun ‘People must grow up’. Siap ga siap, kita tak bisa melakukan negoisasi dengan waktu. Yang kuinginkan sekarang adalah ingin membangun dunia dewasa ku denga cara ku sendiri tanpa harus merasa dunia dewasa orang lain lebih menyenangkan daripada duniaku. Yang kutahu aku hanya ingin menikmati dunia dewasa ku sehingga kelak aku bisa dengan senang hati meninggalkan masa dewasa ku dan menghadapi masa tua ku dengan bahagia dan sukacita.
So, just enjoy our time.
“meaning of Christmas”
“Christmas is coming”
Hanya bbrapa hari lagi, menghitung jari, natal pun tiba,,
Ah,, sprtinya semua orang bgtu brgembira,, tapi ada juga bbrapa orang yang sedih,,
Krna ditinggal seseorang yang dikasihi, membuat makna Natal bergeser, karena tidak bisa berkumpul sama keluarga membuat makna Natal pun berubah..
Apakah Natal dipengaruhi oleh siapa dan akan dengan siapa kw akan merayakannya?
Apakah bila kw merayakannya sendiri akan membuat maknanya bergeser atau bahkan tidak bermakna sama sekali?
Apakah Natal hanya ttg kw dan kw dan kw??
Bukankah Natal brbicara ttg DIA dan kerelaannya lahir di kandang domba??
Lalu, knp kw begitu heboh harus mencari baju baru demi ke acara perayaan Natal di gereja mu??
Mengapa kw begitu bersedih ketika tw kalo kecengan mu ga datang di malam Natal?
Dan mengapa harus bgtu takut dan sedih bila merayakan Natal hanya seorang diri?
So,, jika makna Natal hanya sekedar itu,, buat apa kita merayakan Natal??
fenomena ‘diberi dan memberi harapan’
Kadang kita terlalu sering dibutakan oleh kata ‘ harapan ‘ dalam bercinta,,
sering sekali, ketika si doi dah mulai jaga jarak dan mungkin parahnya jadian sama orang lain padahal selama ini si doi dekatnya sama kita, jiwa langsung emosi dan meluap2,, ktika ditanya knapa bisa suka dia, langsung kita jawab , “abisnya dikasih harapan sama dia”..
eits,, jangan langsung menyimpulkan bahwa dia memberikan mu harapan,,
banyak hal, misalnya:
si doi, ngajak jalan di hari sabtu, kita langsung nganggap klo si doi naksir, padahal mungkin saja dia lagi kesepian dan butuh teman buat jalan,, dan kita ‘teman yang baik’ buat itu.
si doi, sms tiba2, ngasih kata2 indah, hati kita langsung berbunga2, padahal mungkin saja krn kita ‘teman yang baik’ dia mau mendukung kita melalui kata2 yang menguatkan.
si doi, curhat ttg masalah nya, kita langsung merasa senang menjadi orang yang dipercayai, padahal saat itu dia emang lagi pengen curhat dan kita ‘teman yang baik’ itu ada saat dia butuh teman curhat.
si doi, terlihat sangat membela kita, ketika kita ada masalah, kita langsung merasa kita orang yang paling bahagia, padahal dia membela karena kita adalah ‘teman yang baik’ buat nya.
si doi, dengarin kita sharian curhat, dari hal yang penting sampai tidak penting, kita senangnya minta ampun, padahal ia hanya mau menghargai sebagai ‘teman yang baik’.
so, hati2 klo dia melakukan hal2 yang di atas,, mungkin saja dia hanya menganggap mu sekedar ‘teman yang baik’ dan ga lebih..
Ready To Fly
Suatu hari aku membuka list dari musik ku dan memasang lagu ini di windows media player. Wow, ketika ku mendengar lirik nya sungguh sangat mengesankan..
_Ready To Fly – Amy Pearson ft Rio Febrian_
Verse 1
I open my eyes the world seems a different place,
The colors are brighter and the air is sweet to taste.
See it’s like I woke up from a nightmare that tied me down,
I was smothered and trapped inside a sleep way underground
Pre 1
Its time I learned to fall,
To say the word goodbye.
To feel the sunlight on my face,
Maybe that means
Chorus
I’m ready to fly,
I wanna breathe in and breathe out and be who I am,
Let go of fear wanna feel alive.
I’m ready to fly,
The more that you hold me back you set me free,
You help my heart decide.
Maybe I’m, maybe I’m ready to fly.
Verse 2
Where is your faith, where is your love for me?
Why do you fight the things I imagine in my dreams?
See the poison is strong , an addiction is tough to break.
But love is the hardest thing I have ever had to shake.
Pre 2
It’s time to break these chains,
To look you in the eye,
To tell you that it’s over now,
So Maybe that means…
Chorus
I’m ready to fly,
I wanna breathe in and breathe out and be who I am,
Let go of fear wanna feel alive.
I’m ready to fly,
The more that you hold me back you set me free,
You help my heart decide.
Oh Maybe I’m, maybe I’m ready to fly.
Bridge
(Give me the strength to walk away)
(Give me the strength to stay the road ahead)
Even if it’s a lonely place.
(Give me the hope to mend this heart)
(Give me the chance to see love smile, smile again)
To see love smile.
Pre 1
It’s time I learned to fall,
To say the word goodbye.
To feel the sunlight on my face,
Maybe that means…Oh maybe that means
Chorus
I’m ready to fly,
I wanna breathe in and breathe out and be who I am,
Let go of fear wanna feel alive.
I’m ready to fly,
The more that you hold me back you set me free,
You help my heart decide..
Oh maybe I’m, maybe I’m ready to fly.
Mungkin kita semua pernah patah hati atau pun dilukai oleh seseorang yang sangat kita sayangi (let say he/she is ur girl friend or boy friend, or some one yang sangat kita sukai), tapi toh hidup harus berjalan. Show must go on, even the instruments break down..
Sometimes kita harus melewati tahap kelam itu, untuk sampai ke tahap yang lebih indah,,
“I learned to fall, to say the word goodbye, to feel the sunlight on my face, and maybe that means I’m ready to fly..”
So, apa pun masa lalu kita, baik trauma ataupun terluka, belajarlah dari pengalaman itu dan melangkah dari masa kelam itu dan bersiaplah untuk terbang dan meraih kebahagiaan dan suka cita..
Sepenggal surat kasih utk adik-adik ku yang terkasih..
Surat ini aku buat untuk adik-adik ku yang kukasihi. Aku sangat bersyukur pernah berbagi hidup dengan kalian. Aku sadar, aku mungkin tidak menjadi kk yang baik buat kalian, kk yang bisa kalian banggakan, kk yang bisa kalian jadikan tempat berbagi, tapi kalian sangat membuat ku berarti dalam pelayanan ku..
Dear Ernest,,
Kk sangat bangga melihat perjuangan mu di pelayanan mu sekarang. Nikmati lah pembentukan Tuhan dalam karaktermu di setiap langkah pelayananmu. Layani lah Tuhan bukan karena orang memaksamu , tapi lebih karena panggilanmu. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap pergumulanmu, dalam memutuskan masa depan mu, karir mu, teman hidup mu, dan dalam semua aspek kehidupanmu. Di dunia ini begitu banyak pilihan, bgtu kw memilih utk mengambil pilihan A, berusahalah utk brtanggung jawab akan piliha A tersebut sampai Tuhan bilang kw harus pindah ke pilihan B. Kk bersyukur pernah berbagi dan menjadi orang yang kw percayai ketika kw punya masalah. Kk berdoa, kw menjadi wanita yang bijaksana dalam melangkah di jejak-jejak kehidupan mu bersama Tuhan. Semangat ya dek. Kk percaya hidupmu akan indah di dalam Nya. Kk menunggu kabar indah dari mu ttg pelayanan dan studimu.
Dear Isti,,
De, kw sudah banyak berubah sejak pertama kali kk mengenal mu. Kk takjub melihat kerja keras mu dalam memperjuangkan iman dan kepercayaan mu. Mungkin ke depan nya, kw akan menghadapi banyak pertanyaan yang tidak pernah kw duga sebelumnya, tapi yakinlah setiap pertanyaan pasti ada jawaban selama kw mw mencarinya. Perbesar kapasitas mu, tapi jangan lupakan tanggung jawab mu. Bagilah waktu mu dengan tepat, berikan waktu mu utk berbagi dengan orang yang kw kasihi. Kk mungkin tidak bisa menjadi tempat curhatan mu yang baik, tapi kk merindukan kw mau berbagi dengan kk, apa pun yang kw rasakan. Kk berdoa, kw menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan, teladan buat adik-adik rohani mu, dan menjadi berkat di keluargamu. Kk menanti kabar indah dari mu ttg pelayanan dan studimu.
Dear Tari,,
Kk memang hanya sebentar berbagi dengan mu, hanya sedikit waktu yang kita habiskan utk mengenal dan berbagi firman Tuhan. Tapi dalam waktu yang sedikit itu, kk juga tetap mengucap syukur, kw mau membuka hatimu utk mengenal Tuhan melalui kk. De, jika kw ingin bertanya apa saja, kk akan jawab semampu kk. Smoga wktu yang kita habiskan tidak sia-sia dan bisa menjadi pijakan mu dalam menapaki kehidupan ini. Kk brdoa kw menjadi wanita yang tangguh dalam iman mu kepada Yesus Kristus, karena hanya melalui DIA saja kita bisa hidup.
Dear Cece,,
Kk masih inget pertama kali kita ketemu waktu mentoring agama. Kk bersyukur ketika kw mengatakan iya untuk melanjutkan mentoring ke PA. Bersyukur pernah berbagi firman Tuhan bersama mu. Kk bersukacita ketika kw mulai terbuka dengan masalah mu dan ketika kk tw kw mulai melayani di PMK. That’s really made me joyful dan kk tw Tuhan juga bersuka cita akan hal itu. Kk berharap kw bsa menikmati pelayanan mu kelak. Akan banyak tantangan ke depan nya, tantangan iman dari orang-orang di sekitarmu, tapi jangan kalah dengan tantangan itu, karena kw punya Tuhan yang besar melebihi apa pun masalah dan tantanganmu. Jika kw ingin berbagi apa pun, bagilah de, kk akan siap mendengar nya. Kk berdoa kw menjadi wanita yang memberkati banyak orang dimana pun kw berada. Jangan pernah mengganggap dirimu lemah, kw tw Tuhan membentukmu dengan begitu sempurna, mengingatmu di hati dan pikiranNya. Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan anakNya yang selalu berharap denganNya. Masa depan mu akan indah bila kw tetap brsandar padaNya. Kk menanti kabar indah dari mu tentang perjalanan mu bersama Tuhan Yesus Kristus.
Dear Regina,,
De, apa kabar mu sekarang? Kita sudah lama tidak bertemu. Walau kita hanya beberapa kali berbagi firman Tuhan, tapi kk percaya ga ada yang sia-sia dan ga ada yang kebetulan di dunia ini. Walaupun hanya waktu yang singkat itu, kk berharap kw tetap dalam iman mu di dalam menjalani kehidupan mu, dalam pekerjaan mu, dan dalam apa pun. Kk berdoa kw menjadi wanita yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan dan bersandar padaNya dalam setiap pergumulan mu. Kk menanti kabar indah ttg keteguhan iman mu di dalam menapaki hidup mu bersamaNya.
Aku memang tidak sempurna, tapi Tuhan membuatku mengerti
bahwa aku mempunyai kalian untuk membuat puzzle hidup ku menjadi sempurna.
Aku rindu bisa berbagai firman Tuhan dengan kalian,,
Aku juga manusia, yang terkadang tergoda dan tidak menjadi berkat di lingkungan aku berada,
tapi mari kita tetap saling mendoakan dalam setiap jam-jam doa kita.
Aku juga manusia, terkadang jatuh dalam hal yang kalian pernah perjuangkan,
tapi mari kita tetap brusaha sampai Tuhan mendapati kita tetap setia dengan iman kita.
Aku, bersukacita dan bersyukur pernah berbagi hidup dan firman Tuhan dengan kalian..
The begining of it
Ketika aku melihat blog seseorang, aku teringat masa dimana dulu klo aku sebal, bahagia, jatuh cinta, putus cinta, dan apa pun rasa itu aku meluapkannya dalam puisi, dan buku puisi itu ntah kmana skrg. Aku ingat klo dulu aku senang sekali menulis cerita pendek, puisi, bahkan sampai cerita panjang yang ber ‘bab-bab’, tapi ntah knapa kbiasaan ntu mulai ilang seiring dengan kesibukan sekolah, bimbingan belajar, kuliah, dan kerja. Aku kangen masa dimana aku bisa berbagi melalui tulisan. Kadang terasa penat juga menanggung semuanya sendiri..
Semoga ini menjadi awal dmana aku bisa memulai lagi kebiasaan baik ku, berbagi crita hidup, dan memberkati siapa pun yang membaca tulisan ku..
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


