Me, Mine, and My Life

… Not every stories can be remembered, so just write it down …

… dewasa is sucks? …

with 4 comments

Saya membuka FB (Facebook, sebuah situs jejaring sosial) dan membaca status teman saya (teman satu kantor saya, awalnya) yang isi nya : ‘When I was a kid, I thought being a grown-up is cool since I’d then be free from school and homework. Now I realize that it actually sucks’.

Lalu saya kemudian berpikir, apa yang dia katakan ada benarnya, walaupun sebenarnya saya tidak setuju dengan kata ‘sucks’.

Mari kita menggingat lagi masa lalu kita. Di masa kita masih kecil, mungkin waktu masih duduk di bangku SD atau SMP ataupun SMU. Apa yang kita pikirkan ketika melihat seorang dewasa yang menjinjing tas kerja nya? Saya pribadi sangat mengagumi orang itu dan sangat menantikan masa itu datang.

Ketika duduk di bangku sekolah dasar, saya sangat ingin segera bisa duduk di bangku SMP. Ketika duduk di bangku SMP, lagi-lagi saya ingin sesegera mungkin menjadi pelajar SMU. Lalu, ketika duduk di bangku SMU saya pun tidak sabar untuk segera menjadi seorang mahasiswi. Dan pada akhirnya ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswi, saya ingin sekali bekerja karena dalam pikiran saya, wanita bekerja sangat mengagumkan dan bisa menghasilkan uang dengan usaha nya sendiri. Oh ya, keinginan saya yang ingin cepat2 menjadi dewasa, bukan berarti saya tidak menikmati setiap waktu saya di masa SD, SMP, SMU, dan perkuliahan. Dalam gambaran saya (di masa kecil), menjadi wanita dewasa yang bekerja sangat menyenangkan, bisa memakai baju yang bagus, bisa bebas, dan yang paling penting bisa menghasilkan uang sendiri.

Lalu, masa itu pun datang. Ya, saya kini berusia 23 tahun dan dalam beberapa minggu lagi akan memasuki usia 24. Wah, usia yang terbilang tidak muda namun tidak terlalu tua juga. Saya sudah bekerja selama hampir 9 bulan di salah satu perusahaan konsultan akuntan publik yang terbesar (atau yang sering disebut The Big Four).

Kemudian, saya merenung, ternyata menjadi wanita dewasa tidak seindah seperti yang saya bayangkan sebelumnya.  Buat saya, ketika saya memasuki usia yang 20 untuk pertama kalinya, saya merasakan bagai memasuki sebuat pintu yang sangat mengerikan. Mengapa tidak. Kata orang, yang sebenarnya tidak sekedar kata-kata saja, di usia 20 an orang akan mengalami begitu banyak perubahan dalam fase hidupnya. Di usia 20 an, seseorang akan lulus, bekerja, dan bila menemukan orang yang tepat akan menikah dan punya anak. Wow, semuanya (fase baru yang lebih ‘serius’ dimulai di usia 20 an). Apalagi dengan usia saya yang sudah mulai dewasa, maka begitu banyak yang harus dibenahi. Harus serius dengan setiap apa yang dilakukan. Setiap tindakan akan ada akibatnya dan yang bertanggung jawab adalah orang yang melakukan tindakan tersebut. Ah,, ternyata dunia dewasa itu tidak menyenangkan. Lebih banyak tanggung jawabnya daripada senang nya. Yah, memang itulah hidup. Bila kita bisa memaknai dunia dewasa, maka kita bisa menikmati dunia ini. Pasti ada yang spesial dibalik yang tidak menyenangkan itu. Love everything happen in our life.

 Bagaimanapun ‘People must grow up’.  Siap ga siap, kita tak bisa melakukan negoisasi dengan waktu. Yang kuinginkan sekarang adalah ingin membangun dunia dewasa ku denga cara ku sendiri tanpa harus merasa dunia dewasa orang lain lebih menyenangkan daripada duniaku. Yang kutahu aku hanya ingin menikmati dunia dewasa ku sehingga kelak aku bisa dengan senang hati meninggalkan masa dewasa ku dan menghadapi masa tua ku dengan bahagia dan sukacita.

So, just enjoy our time. ;-)

Advertisement

Written by Desri Siburian

April 19, 2010 at 6:33 am

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. setuju kaa,,
    hidup ngga bisa diputar balik,, jadi nikmati aja tiap hari, entah belum sebagai orang dewasa ato udah,, hehee :D

    rNest

    April 19, 2010 at 8:16 pm

  2. gw ga pernah merasa dewasa is sucks. manusia bertumbuh sesuai dengan tahapan hidupnya

    novianty

    April 20, 2010 at 1:11 pm

    • @ novi : gw juga ga merasa dewasa is sucks. Gw hanya melihat bahwa beberapa orang yang memasuki dunia dewasa belum begitu siap dengan perubahan yang ada ketika dia beranjak dari remaja ke dewasa. ;-)

      Desri Siburian

      April 20, 2010 at 2:51 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.